Sukarelawan

Sejak Bulan Februari 2019 Yayasan Penyu Indonesia (YPI) menyelenggarakan program perlindungan penyu di Pulau Belambangan, Kabupaten Berau – Kalimantan Timur. Jika anda berencana untuk merasakan tantangan untuk hidup di salah satu dari pulau terluar di Indonesia, dan jika anda berminat membuat perubahan yang lebih baik untuk kelestarian penyu, maka YPI menantikan anda di Pulau Belambangan.

Bagi anda yang berani berkomitmen menjadi sukarelawan (volunteer), dengan usia antara 15 – 50 tahun, maka Pulau Belambangan akan menjadi tempat yang menarik bagi anda. Anda akan bekerja secara langsung bersama dengan para petugas lapangan YPI menjaga dan merawat sarang, telur dan bayi penyu.

Pulau hutan seluas 9,3 hektar itu memiliki pasir yang putih, terumbu karang yang relatif masih sehat dan tidak dihuni masyarakat. Selain penyu, pulau itu juga dihuni beberapa satwa langka dilindungi yang lain seperti; ayam tambun (burung gosong), kepiting kenari dan beberapa jenis raptor.

Krisna, warga Berau yang menjadi sukarelawan YPI yang pertama di Pulau Belambangan selama 10 hari.

Apa pekerjaan sukarelawan?

Sukarelawan (diutamakan WNI) akan beraktivitas antara lain:

1) Patroli malam bergantian dalam 2 shift, tugasnya adalah membantu petugas lapangan YPI dalam:

  • Mengukur karapas
  • Memasang metal/PIT tag
  • Merelokasi sarang
  • Memantau hatchery

2) Patroli sore, 1 shift, tugasnya adalah membantu petugas lapangan YPI untuk:

  • Mendeteksi sarang yang menetas
  • Menghitung cangkang telur penyu yang sudah menetas
  • Rescue tukik (bayi penyu)
  • Membersihkan pantai, dilakukan setiap hari oleh sukarelawan. Sampah yang ada antara lainSampah plastikSampah kaca/belingSampah kayu

3) Membantu petugas lapangan merawat fasilitas camp, antara lain hatchery, kendaraan air, mesin-mesin dan bangunan camp itu sendiri.

Apa yang disediakan YPI untuk Sukarelawan?

YPI ingin memberikan pengalaman yang berharga kepada para sukarelawan dengan cara menempatkan mereka di tengah kegiatan besar di pulau yang kecil dan sangat terpencil. YPI akan menanggung kebutuhan dasar para sukarelawan begitu mereka meninggalkan Pulau Maratua (pulau terdekat dari Belambangan +/- 75 KM). Selama di Camp Belambangan sukarelawan akan tinggal di tenda, dan makan bersama para petugas. Setelah kegiatan berakhir sukarelawan akan mendapatkan sertifikat penghargaan resmi dari YPI.

Bagaimana menuju Pulau Belambangan?

Secara umum ada penerbangan estafet dari Jakarta menuju Berau dengan transit di Balikpapan (Kalimantan Timur). Namun Balikpapan adalah kota yang pertama harus disinggahi jika anda memakai moda non pesawat. Berikut detilnya

Dengan pesawat terbang:

  1. Jakarta – Berau (Bandara Kalimarau/pesawat) : Rp.1.600.000 – Rp.2.000.000
  2. Bandara Kalimarau – Kantor YPI (Taxi) : Rp.80.000
  3. Kantor YPI – Pulau Maratua (speed boat) : Rp.200.000 (WNA Rp.350.000)

 Non pesawat terbang:

  1. Surabaya – Balikpapan (kapal laut) : Rp.450.000
  2. Balikpapan – Berau/Kantor YPI (taxi) : Rp.450.000
  3. Kantor YPI – Pulau Maratua (speed boat) : Rp.200.000

“Telur Penyu Enak Dan Ga Enak”

Ketika ditanya “bagaimana sih rasa telur penyu?”, kontan anak-anak belia itu cengar-cengir, saling pandang dan garuk-garuk kepala. Diantara mereka ini sebenarnya pernah memakan telur penyu, namun mereka juga tahu bahwa memakan telur penyu adalah melanggar hukum. Mereka berada dalam dilema, mau menjawab takut disalahkan, bahkan beresiko diinterograsi pikir mereka, tapi mau diam kok sayang juga karena mereka juga ingin eksis.

Akhirnya ada satu anak laki-laki yang berani menjawab “telur penyu itu rasanya hambar saja, tidak ada enak-enaknya”, tidak mau kalah, anak laki-laki yang lain dari Pulau Derawan mengatakan “telur penyu itu rasanya enak, dan gurih, sekali makan saya bisa habiskan 5 butir” begitu tukasnya.

Di Berau, telur penyu itu adalah salah satu jenis kuliner yang umum ditemui pada musim peneluran penyu. Telur penyu itu biasanya dijual dengan cara sembunyi-sembunyi dengan harga bervariasi antara Rp.6.000 hingga Rp.12.500.

Pada tanggal 8 November 2018 Yayasan Penyu Indonesia bersama Profauna Borneo kembali menyelenggarakan kegiatan edukasi di sekolah SMA Muhammadiyah Berau terkait pentingnya penyu bagi kehidupan manusia. Dalam edukasi tersebut disampaikan bahwa penyu memiliki peran penting dilaut untuk menjaga ekosistem laut agar tetap seimbang.

Dalam edukasi itu disampaikan agar siswa sebaiknya berhenti memakan telur penyu, karena hal ini bepotensi mengganggu kelestarian penyu.

Edukasi ke Sekolah - 2

“Aksesoris Sisik Penawar Racun”

Sekurangnya 90 siswa dan siswi SMK PGRI Berau dengan antusias mengikuti penuturan beberapa pemuda yang tergabung dalam aliansi organisasi-organisasi pelindung penyu di Berau. Siang itu tanggal 3 November, Yayasan Penyu Indonesia (YPI), Lintas Alam Borneo (LAB) dan Protection of Forest and Fauna (PROFAUNA) melakukan edukasi bersama terkait perlindungan penyu. Dalam edukasi tersebut dituturkan tentang pentingnya melestarikan penyu untuk kepentingan manusia. Bahwa penyu memiliki fungsi dalam ekosistem untuk menjaga kesehatan laut. Salah satu siswa dari Pulau Derawan (salah satu dari 33 pulau-pulau di Kabupaten Derawan) mengatakan bahwa perdagangan aksesoris berbahan dasar karapas penyu sisik masih saja terjadi di sana. Rata-rata pelanggannya adalah para turis lokal. Tingginya angka perdagangan aksesoris jenis ini didorong oleh reputasi Berau bahwa satu-satunya oleh-oleh paling khas dari daerah ini adalah aksesoris berbahan dasar penyu sisik. Beberapa masyarakat bahkan masih percaya dengan mitos yang mengatakan bahwa pemakai aksesoris sisik akan kebal dari serangan racun. Dalam edukasi tersebut para edukator mengatakan kepada para siswa bahwa sudah saatnya mereka mulai berpikir logis dan menyadari bahwa kondisi penyu sisik sudah sangat berbahaya dan mengalami ancaman kepunahan dengan sangat. Para siswa dapat membantu upaya pelestarian penyu dengan cara tidak membeli aksesoris berbahan dasar karapas penyu sisik.
Edukasi ke Sekolah - 5

“Nenek Saya Gemar Makan Telur Penyu…!”

Pada tanggal 1 November 2018, Yayasan Penyu Indonesia kembali menyelenggarakan edukasi yang bertema “Penyu Berau” ke SMK Sehat Persada Berau. Edukasi ini diikuti oleh 4 kelas, dengan jumlah siswa sekitar 90 orang siswa yang antusias. Secara umum siswa diajak untuk menonton beragam video bukti eksploitasi penyu yang masih terjadi di Berau. Secara umum eksploitasi penyu di Berau terjadi dalam 3 hal yaitu:
1) Diburu untuk dikonsumsi dagingnya
2) Diperdagangkan telurnya
3) Diperdagangkan karapasnya dalam bentuk aksesoris penyu sisik

Diskusi antara staff Yayasan Penyu Indonesia dengan para siswa dipenuhi dengan gelak tawa. Para siswa memberikan pengakuan yang lucu terkait pengalaman mereka dengan penyu.

Dalam diskusi tanya jawab, si Rita (bukan nama asli) mengaku bahwa dia punya nenek yang sangat gemar dengan telur penyu. Menurut dia, neneknya itu percaya dengan memakan penyu maka tubuh menjadi lebih bugar, bahkan telur penyu dapat menyembuhkan penyakit asam urat dan asma (sesak napas). Namun begitu si Rita ini tetap berusaha untuk mencoba memberitahu neneknya untuk tidak makan telur penyu karena penyu dan bagian badannya yang lain termasuk telurnya sudah dilindungi.

Serentak siswa setuju bahwa eksploitasi semacam itu tidak dapat dibenarkan, tidak hanya melanggar hukum namun juga perburuan penyu itu kejam. Beberapa orang mengambil telur penyu dengan cara membedah perutnya hidup-hidup. Disampaikan juga dalam presentasi itu beberapa bukti video bahwa penyu sisik yang diambil karapasnya itu pada akhirnya mati mengenaskan. Hal ini sangat berbeda dengan mitos yang dipercaya oleh masyarakat bahwa penyu sisik yang yang diambil karapasnya akan baik-baik saja karena karapas penyu yang diambil akan dapat tumbuh kembali, seperti halnya kuku manusia yang dapat tumbuh kembali.

Edukasi ke Sekolah - 4

“Apakah Berau Ramah Penyu???”

Pada hari Selasa Tanggal 30 Oktober ini giliran SMP Negeri 1 Tanjung Redeb yang menjadi tempat diselenggarakannya edukasi bertema “Penyu Berau”. Dalam rangkaian edukasi yang digencarkan oleh Yayasan Penyu Indonesia ini para siswa diajak berdiskusi dan “mengkaji” apakah Berau adalah Kabupaten yang cukup ramah penyu.

Beberapa siswa dengan jujur mengatakan bahwa untuk mendapatkan telur penyu adalah bukan perkara yang susah. Meskipun tidak juga gampang, namun telur penyu masih ditawarkan ke rumah-rumah oleh pedagang telur penyu langganan. Tidak ada alasan khusus beberapa murid ini pernah mengkonsumsi telur penyu, dan mereka menyampaikan bahwa telur penyu itu tidak ada rasa yang spesial sehingga membuat orang ketagihan.

Siswa SMP Negeri 1 Tanjung Redeb mengikuti edukasi terkait konservasi penyu di Berau dengan seksama

Penuturan informasi terkait penyu seperti ini perlu sekali ditingkatkan terutama bagi generasi muda Berau karena mereka akan mengisi profesi-profesi penting di kabupaten ini di masa mendatang. Tentu harapannya adalah di masa mendatang mereka dapat berguna bagi masa depan pelestarian penyu karena penyu yang lestari akan berdampak kepada kelestarian ekosistem laut. Bagi masyarakat pesisir, kesehatan laut adalah penunjang utama kemakmuran rakyatnya.