Etika Mengintip Penyu Bertelur

Jakarta – 

Yayasan Penyu Indonesia (YPI) berbagi tips kepada traveling yang ingin menyaksikan aktivitas penyu dan tukik di tepi pantai. Apa saja?

Indonesia memiliki enam dari tujuh jenis penyu di dunia, yakni penyu hijau (Chelonia mydas), penyu sisik (Eretmochelys imbricata), penyu lekang (Lepidochelys olivacea), penyu belimbing (Dermochelys coriacea), penyu pipih (Natator depressus) dan penyu tempayan (Caretta caretta).

Keenam penyu di Indonesia itu dilindungi oleh Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 7 tahun 1999 tentang Pengawetan Jenis Tumbuhan dan Satwa. So, segala bentuk perdagangan penyu baik dalam keadaan hidup, mati, maupun bagian tubuhnya dilarang. Undang-Undang konservasi juga memberikan ancaman berupa sanksi kepada pelanggarnya.

Jumlahnya yang minim harus berbenturan dengan predator, termasuk manusia. Bahkan, operator wisata yang tak peduli dengan konservasi dan turis bandel pun termasuk daftar ancaman bagi penyu.

Makanya, wisata penyu terus menjadi pro dan kontra hingga saat ini. Komersialisasi hingga mengganggu aktivitas alami penyu dinilai tak seiring dengan langkah konservasi.

Ketua Yayasan Penyu Indonesia, Bayu Sandi, dalam IG Live bersama Profauna awal pekan ini, bilang wisata penyu bisa tetap dilakukan, namun ada beberapa syarat yang harus dipenuhi. Dalam situs resmi YSI menyebut YPI bekerja sama dengan masyarakat lokal, yakni membatasi traveler untuk mengamati penyu bertelur, mulai dari rescue tukik, rescue penyu, pendataan jumlah telur, dan rilis (pelepasan) tukik.

Untuk bisa melakukannya, traveler harus didampingi ranger terlatih. Selain itu, sejumlah syarat diberikan YSI kepada traveler yang berniat untuk mengamati penyu bertelur.

Berikut tips dari Yayasan Penyu Indonesia saat traveler mengamati penyu bertelur:

1. Jangan menggunakan flash untuk memotret, namun gunakan lampu merah
2. Jaga jarak minimal dengan penyu sejauh 10 meter
3. Jangan berada di depan penyu, tonton penyu dari belakang
4. Dilarang memegang penyu atau tukik, termasuk dalam upaya menolong dikhawatirkan mencederai penyu atau tukik
5. Tidak berpesta dan membuat keributan di pulau tempat konservasi penyu

(fem/ddn)

Sumber:
https://travel.detik.com/travel-tips/d-5020952/etika-mengintip-penyu-bertelur

Tags: No tags

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *