Mitos Telur Penyu

  • Mitos   : dipercaya bahwa telur penyu dapat meningkatkan gairah seksual kaum pria
  • Fakta   : telur penyu mengandung kolestrol yang sangat tinggi dibanding telur ayam, sehingga berpotensi untuk menyumbat pembuluh darah, termasuk pembuluh darah disekitar alat kelamin pria. Hasilnya, mengkonsumsi telur penyu menambah resiko terjadinya impontensi dikemudian hari.
  • Mitos   : protein yang terkandung di dalam telur penyu dipercaya lebih tinggi dari telur ayam
  • Fakta   : Kandungan protein yang terkandung pada telur penyu tidak jauh berbeda daripada yang terkandung di telur ayam. Kandungan protein di telur penyu adalah 13,04%, sementara pada telur ayam adalah 11,80%. Sementara kandungan lemak pada telur penyu adalah 2x lebih tinggi daripada telur ayam, sehingga ini berpotensi untuk menambah resiko kolesterol jahat dalam tubuh (Irawati dan Harfiandri 2004)

Penyu (daging, darah, organ dan telur) terindikasi mengandung parasit, bakteria, biotoksin dan zat pencemar, seperti logam berat… karena:

  1. Penyu berenang melalui laut yang semakin tercemar
  2. Penyu berumur panjang sehingga dia lama telah melakukan kontak dengan pencemaran
  3. Penyu berada di tingkat atas rantai makanan, sehingga zat pencemar dalam makanannya terakumulasi di dalam tubuh penyu.

Kandungan ini terbukti dapat menimbulkan gangguan syaraf, penyakit ginjal, kangker hati, serta berpengaruh kepada perkembangan janin dan anak (A. Alonso Aguirre, et al, Eco health Journal consorsioum, 2006)

Tidak semua masyarakat mempercayai bahwa telur penyu dapat mendorong gairah seksual, contohnya di Boa Vista, Cape Verde-Afrika, masyarakatnya hanya berburu daging penyu, sementara telur penyu sama sekali tidak disentuh.

Tingginya permintaan telur sebagai “viagra” telah membuat pemburu telur penyu gencar melakukan aktivitas pengambilan dan perdagangan telur penyu

Tags: No tags

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *