WC Biogas

Pulau Belambangan adalah salah satu habitat peneluran bagi penyu hijau dan penyu sisik di Kepulauan Kabupaten Berau. Secara umum ini masih tertutupi hutan sepenuhnya dengan ketinggian tanah kurang lebih 3 meter diatas permukaan air laut.

Pulau Belambangan adalah salah satu pulau-pulau terpencil di Perairan Berau. Keadaan alamnya masih alami, berhutan dan tidak ditinggali masyarakat.

Letaknya yang sangat jauh dari kota (170 KM dari Ibu Kota Berau) membuat penyelenggaraan program perlindungan penyu di sana menjadi sangat mahal dan sulit. Namun YPI percaya bahwa kealamian pulau ini harus dipertahankan sehingga kegiatan YPI di sana tidak terlalu “mengganggu” pulau itu dengan cara:

  1. Tidak memakai pasir di Pulau Belambangan untuk mendirikan bangunan
  2. Tidak memotong pohon yang ada di sana untuk memberikan ruang bagi bangunan pos monitoring YPI
  3. Mengangkut keluar Pulau Belambangan semua limbah yang tidak dapat diolah, misalkan sampah logam atau kaca
  4. Menggunakan toilet biogas sehingga kotoran tidak mencemari air tanah

Contoh WC portable di salah satu camp perlindungan penyu di Cape Verde – Afrika milik Fundacao Tartaruga

Kotoran dari WC akan ditampung dalam reaktor biogas portable dengan bahan dari plastik-karet fleksibel. Reaktor ini sangat portable, sehingga apabila alat ini tidak digunakan maka bisa digulung sedemikian rupa. Limbah dari reaktor ini ada dua yaitu air hitam dan lumpur. Keduanya  sangat ramah lingkungan dan dapat dialirkan ke tanaman sebagai pupuk. Konsep biogas portable semacam ini meniru sistem higienis pembuangan kotoran yang diterapkan dalam camp-camp perlidungan penyu milik Fundacao Tartaruga di Cape Verde, Afrika.

Tags: No tags

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *