Zine sering sekali diasosiasikan sebagai media alternatif yang menampilkan berbagai bentuk informasi non-konvensional. Akan tetapi, tidak ada aturan terkait informasi ataupun wawasan dalam sebuah zine sehingga media alternatif ini sesungguhnya juga mencakup tema umum hingga berbagai bentuk karya di dalamnya. Kontra terhadap publikasi oleh korporasi media cetak, zine dapat dirancang secara independen ataupun kolektif. Dalam hal ini, Yayasan Penyu Indonesia menginisiasi perancangan Zine Penyu yang melibatkan sebanyak 43 kontributor dengan mengirimkan berbagai karya-karya untuk meningkatkan kesadaran terhadap konservasi penyu yang efektif. Proses ini berlangsung selama bulan November 2025 yang dimulai dengan pembukan “Open Submissions”, dimana para kontributor dapat mengirimkan karya mereka selama mengikuti syarat dari tema yang diangkat dalam Zine Penyu. Setelah itu, dilakukan proses kurasi untuk menjamin karya-karya yang terkirim telah sesuai dengan tema dan syarat sebelumnya.
Pada akhirnya, tepatnya pada hari Sabtu, 20 Desember 2025 lalu, Yayasan Penyu Indonesia (YPI) mengadakan perilisan dan diskusi Zine Penyu di eks pertokoan tradisional yang kini bertransformasi menjadi pusat ruang publik kota madya. Acara tersebut juga diinisiasi sebagai kolaborasi dengan Toko Buku Partikular, penerbit independen yang bertempat di lantai 1B, Gedung Graha Yowana Suci. Acara diskusi zine melibatkan Juli Sastrawan, salah satu pendiri Partikular yang kemudian memoderasi berlangsungnya diskusi itu sendiri. Sementara itu, narasumber dari YPI diwakili oleh Yuliana Syamsuni selaku wakil direktur bersama dengan Nyoman Pryo yang menjalani magang sebagai Asisten Komunikasi dan Kampanye.
Acara berlangsung di sore hari pukul 16.00 sampai dengan 18.00 WITA dan diikuti oleh peserta-peserta dengan berbagai latar belakang. Meskipun demikian, seluruh peserta antusias untuk mengikuti perilisan dan diskusi terkait topik-topik konservasi penyu yang termuat dalam Zine Penyu. Salah satu entri yang disampaikan moderator, Juli Sastrawan mengatakan diskusi zine tentang penyu menjadi yang pertama dan topik tentang penyu pada umumnya jarang dibicarakan di antara kalangan masyarakat kota madya. Jauh dari pesisir Bali, YPI berkomitmen untuk mengedukasi dan meningkatkan kesadaran kepada seluruh masyarakat terhadap pentingnya konservasi penyu dengan habitatnya melalui berbagai media. Zine Penyu menjadi media alternatif fisik pertama yang telah dirilis dengan melibatkan berbagai kontributor-kontributor untuk mengangkat pentingnya konservasi penyu dan isu-isu seperti problematika headstarting.

Foto: Alya Rosyadah/Yayasan Penyu Indonesia
Zine Penyu dapat diunduh di bagian “Resources” dan diperoleh secara fisik di Toko Buku Partikular, Graha Yowana Suci lantai 1B, Jl. Hasanuddin No.30, Kota Denpasar. YPI mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada Juli Sastrawan, Toko Buku Partikular, peserta-peserta acara, sekaligus para kontributor zine untuk mewujudkan Zine Penyu sebagai media edukasi alternatif yang dapat diakses bersama. Mari kita tekankan kepedulian untuk menjaga lingkungan yang dapat dimulai dari langkah kecil seperti membaca dan sadar terhadap kesehatan tempat kita sekitar. Dengan itu, kita bisa hidup bersama mahluk-mahluk hidup di dalamnya secara koeksis.