Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia menyelenggarakan EPANJI atau Evaluasi Efektivitas Pengelolaan Jenis Ikan yang dilindungi/terancam atau masuk Apendiks CITES, pada 3–6 Agustus 2026.

Dalam kegiatan ini, Yuliana Fitri Syamsuni selaku Deputy Director YPI, dan Meriussoni Zai selaku Program Director YPI, mewakili Yayasan Penyu Indoensia (YPI) hadir sebagai anggota tim penilai.

Dengan pengalaman dalam pelaksanaan program konservasi dan perlindungan penyu di berbagai lokasi di Indonesia, kami berkesem-patan untuk berbagi data, informasi, serta pembelajaran dari kondisi di lapangan sebagai bagian dari penilaian dalam proses evaluasi.

Penilaian EPANJI dilakukan berdasarkan 4 aspek utama, yaitu:

  • Input: menilai apakah dasar dan perangkat pengelolaan spesies telah tersedia dan memadai.
  • Proses: menilai sejauh mana kegiatan pengelolaan telah dilaksanakan secara efektif.
  • Output: melihat hasil langsung dari pelaksanaan kegiatan pengelolaan.
  • Outcome: menilai dampak pengelolaan terhadap kondisi spesies serta keberlanjutan pemanfaatannya.

Masing-masing aspek memiliki indikator penilaian yang disesuaikan dengan tujuan dan konteks pengelolaan spesies.

Yayasan Penyu Indonesia tergabung dalam Kelompok Reptil, yang melakukan proses penilaian EPANJI secara kolaboratif bersama para pakar dan spesialis dari Kementerian Kelautan dan Perikanan RI, Yayasan Konservasi Alam Nusantara (YKAN), WWF-Indonesia, dan Yayasan Sealife Indonesia. Dalam kelompok ini, penilaian berfokus pada Penyu Belimbing dan Penyu Hijau.

Hasil penilaian EPANJI 2026 menyatakan bahwa pengelolaan Penyu Hijau dan Penyu Belimbing di Indonesia berstatus “berkelanjutan”. Perolehan nilai untuk pengelolaan Penyu Hijau adalah 77,79 dan untuk pengelolaan Penyu Belimbing adalah 71,13.

Tidak berhenti pada penilaian. EPANJI 2026 menghasilkan rekomendasi yang menjadi dasar untuk terus memperkuat perlindungan dan pengelolaan penyu, melalui penguatan kebijakan, pendanaan, kapasitas SDM, kawasan perlindungan, pendataan, serta manajemen wisata yang etikal.

Status “berkelanjutan” menjadi dorongan untuk terus melakukan perbaikan dan memperkuat kolaborasi, agar upaya perlindungan penyu dan satwa terancam punah lainnya di Indonesia dapat terus ditingkatkan.

Yayasan Penyu Purpose

Selamatkan Penyu dari Kepunahan

Penyu menghadapi berbagai ancaman, termasuk perburuan liar, pencemaran plastik, dan kerusakan habitat.

Setiap langkah Anda mendukung perlindungan penyu dan buat dampak nyata!

Lakukan Donasi
Donasi anda Mendukung : Pelepasan Tukik ke habitat alami Pelepasan Tukik ke habitat alami Perlindungan dan pemantauan sarang penyu Perlindungan dan pemantauan sarang penyu Penanganan dan pembersihan pantai dari sampah Penanganan dan pembersihan pantai dari sampah
© Turtle Foundation