Dalam rangka memperingati Hari Penyu Sedunia (World Sea Turtle Day) yang diperingati setiap tanggal 16 Juni, Yayasan Penyu Indonesia (YPI) turut berpartisipasi dalam kegiatan internasional 2026 Global Ocean Cleanup. Kegiatan ini merupakan kampanye global yang diinisiasi oleh Oceanic Society bekerja sama dengan SEE Turtles dan Sea Turtle Week untuk mengajak berbagai komunitas, organisasi konservasi, dan lembaga swadaya masyarakat (NGO) di seluruh dunia melakukan aksi nyata dalam mengurangi pencemaran plastik di laut.

Sejalan dengan visi YPI dalam melindungi populasi penyu dan menjaga kelestarian habitatnya, kegiatan bersih pantai ini dilaksanakan pada 8–16 Juni 2026 di beberapa lokasi kerja YPI, yaitu Site Berau, Nias, Sipora, serta Program Bersama YPI dan Ecosystem Impact (EI) di Simeulue. Lokasi-lokasi tersebut merupakan habitat penting bagi penyu belimbing, penyu hijau, penyu sisik, dan penyu lekang. Kegiatan dilaksanakan melalui aksi pembersihan pantai, kegiatan mewarnai dan edukasi konservasi penyu, serta kampanye peningkatan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya menjaga ekosistem pesisir.

Aksi ini melibatkan berbagai pihak, mulai dari tim YPI, Ecosystem Impact, pemerintah daerah, kelompok masyarakat, komunitas lingkungan, pelajar, hingga masyarakat pesisir. Kolaborasi ini menjadi bagian penting dalam membangun kepedulian bersama bahwa keberlangsungan hidup penyu sangat bergantung pada kondisi habitat pantai yang bersih dan sehat.

Selain membersihkan kawasan pesisir, kegiatan ini juga menjadi sarana edukasi bagi masyarakat mengenai dampak sampah plastik terhadap kehidupan laut. Sampah yang masuk ke laut dapat mengancam penyu melalui risiko tertelan, terjerat, serta menurunkan kualitas habitat pantai sebagai lokasi peneluran.

Melalui kegiatan 2026 Global Ocean Cleanup, YPI bersama total 199 peserta dari berbagai pihak berhasil membersihkan kawasan pesisir di beberapa lokasi program YPI dengan total sampah sebanyak 619,9 kg, yang terdiri atas 472,8 kg sampah anorganik dan 147,1 kg sampah organik. Sampah tersebut kemudian didata dan dipilah berdasarkan kategori untuk memberikan gambaran mengenai jenis pencemar yang paling dominan ditemukan di wilayah pesisir. Selanjutnya, bekerja sama dengan dinas terkait dan petugas kebersihan setempat, sampah yang telah dipilah dikumpulkan dan diangkut ke tempat pembuangan akhir.

Kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa upaya konservasi penyu tidak hanya dilakukan melalui perlindungan sarang dan pemantauan populasi, tetapi juga melalui upaya menjaga lingkungan tempat penyu hidup dan berkembang biak. Dengan semangat “Laut Bersih, Penyu Lestari”, YPI mengajak seluruh pihak untuk terus berperan aktif dalam menjaga laut agar tetap sehat bagi generasi mendatang.

Ringkasan Kegiatan

Nama kegiatan: 2026 Global Ocean Cleanup

Penyelenggara global: Oceanic Society bekerja sama dengan SEE Turtles dan Sea Turtle Week

Pelaksana: Yayasan Penyu Indonesia (YPI)

Waktu pelaksanaan: 8–16 Juni 2026

Lokasi: Site YPI Berau, Nias, Sipora, serta Program Bersama YPI dan Ecosystem Impact (EI) di Simeulue

Total sampah: 619,9 kg

Total sampah anorganik: 472,8 kg

Total sampah organik: 147,1 kg

Jumlah peserta: 199 orang

Yayasan Penyu Purpose

Selamatkan Penyu dari Kepunahan

Penyu menghadapi berbagai ancaman, termasuk perburuan liar, pencemaran plastik, dan kerusakan habitat.

Setiap langkah Anda mendukung perlindungan penyu dan buat dampak nyata!

Lakukan Donasi
Donasi anda Mendukung : Pelepasan Tukik ke habitat alami Pelepasan Tukik ke habitat alami Perlindungan dan pemantauan sarang penyu Perlindungan dan pemantauan sarang penyu Penanganan dan pembersihan pantai dari sampah Penanganan dan pembersihan pantai dari sampah
© Turtle Foundation